Asti Ayu, sejak duduk di bangku sekolah dasar, sering bertanya-tanya, "Akan jadi apa aku kelak?" Pertanyaan itu terus menghantui hingga kini, saat usiaku telah menginjak setengah abad lebih, tetapi jawabannya masih belum sepenuhnya kutemukan.
Dalam perjalanan hidupku, berbagai hal menarik, menantang, bahkan mematahkan semangat pernah kualami. Ada saat-saat ketika aku hampir menyerah dan merasa putus asa. Namun, aku sadar bahwa aku harus mampu menyemangati diriku sendiri. Dengan tekad dan keteguhan hati, semua ujian itu berhasil kulewati, meskipun tidak mudah. Aku terus melangkah demi masa depan ketiga putriku.
Berpikir positif menjadi pegangan utama dalam hidupku. Meski terkadang jalan terasa berat, aku berusaha menjadikannya sebuah pelajaran. Aku memiliki satu harapan besar yang terus kugenggam: menjadi seorang penulis dan menghasilkan karya buku.
Aku sadar, memulai sesuatu yang baru di usia ini bukanlah hal yang mudah. Segalanya membutuhkan proses, usaha, dan waktu. Hidup ini seperti mendaki sebuah tangga; kita harus melangkah satu per satu, penuh kesabaran dan tekad, hingga akhirnya mencapai puncak. Aku tidak ingin perjalanan di usia 56 tahun ini berlalu sia-sia.
Dulu, kedua orang tuaku berharap aku menjadi seorang pegawai bank, sesuai dengan latar belakang pendidikan S1 Ekonomi Manajemen yang kuambil di kampung halamanku di ujung Pulau Jawa. Namun, aku percaya bahwa setiap manusia memiliki jalannya masing-masing. Takdir telah mengarahkan hidupku ke tempat yang berbeda.
Bagiku, yang terpenting adalah memberikan manfaat kepada orang lain, khususnya anak-anak dan keluargaku. Dalam setiap cobaan, aku belajar untuk selalu bersyukur. Di balik hal yang pahit, selalu ada sisi positif yang menjadikanku lebih kuat dan mandiri sebagai seorang ibu.
Kini aku percaya, tidak perlu takut menjadi tua. Sebab, "awet muda" sejatinya bukan hanya tentang usia, melainkan tentang cara kita menjaga semangat dan kebahagiaan dalam hati.
Our site uses cookies. By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.