Aku titip rindu pada huruf demi huruf alQur’an
Meskipun kadang Kau tampar aku denganya
Saat huruf-huruf menjelma jadi kalimat teguran
Namun rindu bertahan meski kesakitan
Hingga Kau jumpai aku dengan ayat kasihsayang
Memelukku, menuntunku menuju jalan pulang
Di simpang jalan Kau biarkan jiwa melangkah sendiri melewati malam membawa rindu
Menjejak jelaga duka yang tersisa
Kala rindu dan duka bersua
Mereka bercengkrama
Tertawa-tawa lalu banjir air mata
Saling mengobati menutup luka
Membalut duka sampai yang tersisa
Kerinduan menyelimuti malam dengan senyuman dan terus aku berjalan pulang
Di tengah perjalanan
Rindu sulit dipertahankan meronta
Bagaikan bocah ingin lepas dari pangkuan
Haruskah kubertayamum
Dengan hamparan bumi di hadapan
Untuk menggapai cinta yang tak berupa
Tabarokasmurobbika ziljalali wal ikrom
Mahasuci nama Tuhanmu
Pemilik keagungan dan kemuliaan
Dan terus aku berjalan pulang
Di tengah perjalanan
Lelah hampir merudapaksa kesetiaan
Kucoba mengeja kembali lembaran kalam
Meneguhkan langkah yang mulai goyah
Lalu Kau datang mengingatkan
Pada peristiwa Musa saat dihanyutkan
Biarlah arus membawanya ke dekapan lawan
Namun dia tetap bersamaKu
Dalam limpahan kasih sayang
Aku terbangun
mencari rindu yang berserakan
Lalu menata kembali dalam jiwa
Terus aku berjalan pulang
Di perjalanan pulang
Dalam satu larik Kita dipertemukan
Saling menemani membacakan ayat ar Rahman
Saling mengikat dalam bait kehidupan
pada prosa tak begitu panjang
Tuhan titipkan cinta dan kasihsayang
Lalu bermetaforsis jadi kerinduan
Ah Kekasih,
Kucumbu bayangmu sebentang jalan
Salamun alaikum bima sabartum
Alangkah indahnya tempat pulang
Aku namun masih harus berjalan
Bandung, 21 Rabiul Awal 1448 H
Gratis dibaca. Kalau kebantu, boleh traktir kopi.
Terima kasih, ya
Dukungan sekecil apa pun bikin tulisan berikutnya lebih cepat terbit.
Setiap rupiah yang kamu donasikan, menjadi bagian dari tumbuhnya program literasi