Hidup dalam bayang fatamorgana
Melangkah dengan jejak orang
Kasihan kau, kawan
Mulut lantang tersumbat kaus kaki tuan
Tangan kekarmu terbelenggu kesenangan
Kadang lidahmu berbuih sanjungan
Namun kesetiaan haruslah berwujud kekuasaan
Tundukmu tertukar untuk Tuhan atau tuan
Tuan memberi jabatan Tuhan memberi kemuliaan
Saat Kau terbujur di kurusetra terpanah keheningan
Dia tak peduli karena bukan kau yang diinginkan
Gratis dibaca. Kalau kebantu, boleh traktir kopi.
Terima kasih, ya
Dukungan sekecil apa pun bikin tulisan berikutnya lebih cepat terbit.
Setiap rupiah yang kamu donasikan, menjadi bagian dari tumbuhnya program literasi