Merdeka
Ya, pejuang bebaskan negeri tercengkram
bergelimang darah dalam pengorbanan
selangkah demi selangkah
ruh tinggalkan jasad tersisalah
Hanya harapan secercah
sinar mentari merekonstruksi pertiwi.
Hari ini harapan terus bertumbuh
Gema merdeka saat upacara terasa riuh
Atau saat pesta rakyat bergemuruh
Merdeka! merdeka!
pekiknya membuat dedaun luruh
Di kampung kami lodong bersuara ringkih
Menjerit kadang merintih
Menirukan keputusasaan kian perih
Menangisi nestapa memerah luka
Di negeri berstatus merdeka
Masih susah menghidupi keluarga
Ada anak melawan arus menuju sekolah
Ada langkah terhenti di pintu ruang kuliah
Ada tanah rakyat jadi mall mewah
Suara jeritan itu mereka titipkan
Pada dentuman lodong pesta Agustusan
Sebab jika mereka berani berteriak
Atau memaki ketidakadilan
Hidupnya dipertaruhkan
Kuperingati ini hari sakral
Teruntuk jiwa-jiwa pejuang
Mereka telah dikalahkan
Namun Harapanmu tergadaikan
Dirampas koruptor diktator manipulator
Konglomerat memeras kaum melarat
keadilan sulit disuarakan
Entah kapan dan siapa
Yang berani menebusnya
Dengan kehormatan
Merdeka!
Rintih perih kusuarakan
#DirgahayuRI 🇮🇩
Bandung, 17 Agustus 2026
Gratis dibaca. Kalau kebantu, boleh traktir kopi.
Terima kasih, ya
Dukungan sekecil apa pun bikin tulisan berikutnya lebih cepat terbit.
Setiap rupiah yang kamu donasikan, menjadi bagian dari tumbuhnya program literasi