Dari apa yang kamu tahu, kamu alami, dan kamu yakini — menjadi karya yang benar-benar atas namamu sendiri. Buku Solo GEMBIRA.
"Sebenarnya aku ingin punya buku sendiri…" Tapi kemudian muncul banyak alasan:
Padahal file bisa hilang. Ingatan bisa memudar. Cerita bisa terlupakan. Tetapi sebuah buku, bisa menjadi jejak.
Isi bukunya adalah gagasanmu, pengalamanmu, keahlianmu, perjalananmu, dan perspektifmu. Itulah yang membuat Buku Solo berbeda — kamu memiliki otoritas penuh terhadap karya tersebut.
Tidak perlu menyesuaikan gagasan dengan tulisan penulis lain. Kamu memiliki kebebasan penuh — karena ini adalah karyamu.
CV menjelaskan siapa kamu. Media sosial menunjukkan apa yang kamu kerjakan. Tapi buku menunjukkan apa yang benar-benar kamu kuasai — bagian penting dari personal branding dan credibility.
Persepsinya bukan lagi "dia katanya ahli", tapi "dia punya karya."
Membuka halaman pertama, melihat nama sendiri, lalu menyadari: "Aku yang menulis ini." Bukan lagi sekadar ide atau draft — tapi buku, yang mungkin suatu hari ada di tangan anakmu, muridmu, atau kliennya.
Bukan hanya sesuatu untuk disimpan di rak — bisa menjadi batu loncatan untuk:
Investasi awal digunakan untuk proses yang dibutuhkan agar naskah siap menjadi buku:
Mungkin kamu berpikir "aku nggak punya cerita yang menarik." Coba pikirkan lagi:
Karena buku tidak selalu lahir dari orang paling terkenal. Sering kali, buku lahir dari seseorang yang akhirnya berani berkata: "Aku punya sesuatu yang ingin kubagikan."
Jangan membuat buku hanya supaya bisa berkata "aku sudah jadi penulis." Buatlah buku karena ada sesuatu yang ingin kamu tinggalkan — ilmu yang ingin dibagikan, pengalaman yang ingin diabadikan, perspektif yang mungkin dibutuhkan orang lain.
Buku terbaik bukan selalu yang paling tebal. Tetapi buku yang punya alasan kuat: "mengapa buku ini harus ada?"
Kamu menemukan draft lama di laptop. Judulnya masih sama. Gagasannya masih sama. Keinginan menerbitkannya masih sama. Bedanya, lima tahun sudah berlalu.
"Suatu hari nanti aku akan menerbitkan buku."Kamu mengambil sebuah buku dari rak. Membuka sampulnya. Melihat namamu. Lalu tersenyum, karena kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan.
"Aku pernah punya gagasan. Dan aku memilih untuk tidak membiarkannya mati di kepala."Dan ingin memiliki buku miliknya sendiri.
Mungkin iya, mungkin belum. Kami tidak akan memaksamu — menerbitkan buku bukan keputusan yang harus diambil karena tekanan.
Tapi kalau setiap kali melihat orang lain menerbitkan buku kamu berkata, "aku juga sebenarnya punya sesuatu untuk ditulis…" mungkin masalahnya bukan kamu tidak punya sesuatu untuk dibagikan. Mungkin kamu hanya belum mengambil langkah pertamanya.
Sesuatu yang membawa namamu, pemikiranmu, pengalamanmu — dan suatu hari nanti bisa berkata kepada dunia.
Gagasan. Pengalaman. Keahlian. Cerita. Biarkan proses membantu mengubahnya menjadi karya.
Silakan hubungi langsung orang yang mereferensikan kamu ke Program Buku Solo GEMBIRA untuk info mekanisme, tema, dan jadwalnya.
Hubungi Admin GEMBIRA lewat WhatsApp di 0858-6223-1535 untuk mendapatkan informasi lengkap.
GEMBIRA — Gerakan Menulis Bersama dan Berbagi Inspirasi
Our site uses cookies. By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.